teknisikomputer.com

Close

Nama Lama Performa Baru Inilah Ivy Bridge-E

Masa kejayaan prosesor Intel Sandy Bridge-E sudah berakhir. Kini, Ivy Bridge-E
hadir untuk menggantikannya. CHIP sajikan informasi menarik tentang prosesor ini
yang perlu Anda ketahui.

Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, Intel tidak menyamaratakan jajaran
prosesor versi ekstrem dengan prosesor konvensional seperti mobile, desktop,
dan server. Jika dilihat dari roadmap yang sudah dirancang Intel, sejak
tahun 2013, jajaran prosesor Intel sudah menggunakan arsitektur Haswell.
Namun untuk prosesor versi ekstrem, Intel masih mengandalkan arsitektur Ivy
Bridge. Meski begitu, bukan berarti prosesor tersebut sudah ketinggalan zaman.
Pada September lalu, Intel merilis dua prosesor high-end dan satu prosesor
ekstrem yang masih menggunakan arsitektur Ivy Bridge, yaitu 4820K, 4930K, dan
4960X. Sekilas, ketiga jenis prose­sor itu mirip dengan jajaran prosesor
Haswell yang menggunakan angka "4" di awal nomor serinya.

Di antara ketiga prosesor tersebut, 4820K merupakan prosesor high-end paling
ekonomis. Berbeda dengan 4820K yang memiliki empat core dan delapan thread,
4930K dan 4960X memiliki enam core dan 12 thread. Ketiga prosesor tersebut
memiliki L3 cache yang berbeda. 4820K memiliki L3 cache sebesar 10 MB, 4930K
mempunyai L3 cache 12 MB dan 15 MB pada prosesor 4960X. Meski begitu, ketiganya
menggunakan TDP yang sama sebesar 130 watt.


Berbeda dengan prosesor Intel Haswell yang sudah menggunakan chipset seri 8,
kehadiran prosesor Ivy Bridge-E ini justru tidak disertai dengan chipset baru.
Sama halnya dengan prose­sor Sandy Bridge-E, Ivy Bridge-E masih menggunakan
chipset yang sama, yaitu Intel X79. Soketnya pun masih sama, yaitu LGA 2011.
Tidak ada perubahan sama sekali dari sisi chipset, soket, maupun penampilan
fisik prosesor. Itu artinya, jika Anda menggunakan prosesor Sandy Bridge-E
dan ingin memperbarui­nya menjadi Ivy Bridge-E, Anda hanya perlu mengganti
prose­sornya saja. Namun, jangan lupa untuk melakukan upgrade BIOS sebelum
memasang prosesor baru. Hal ini perlu dilakukan agar mainboard dapat mendeteksi
prosesor Ivy Bridge-E, sekaligus memaksimalkan performanya.

Sandy Bridge-E vs Ivy Bridge-E
Lalu apa perbedaan Sandy Bridge-E dengan Ivy Bridge-E? Secara fisik, keduanya
sama persis. Perbedaan yang mendasar terletak pada proses fabrikasinya.
Arsitektur Sandy Bridge masih menggunakan proses fabrikasi 32 nm, sedangkan
Ivy Bridge sudah menggunakan proses fabrikasi 22 nm. Dengan menyusutnya proses
fabrikasi, konsumsi daya yang dibutuhkan Ivy Bridge-E pun menurun.

Berbeda dengan Sandy Bridge-E 3970X yang memiliki thermal design power 150 watt,
kini TDP yang dimiliki oleh seluruh jajaran prosesor Ivy Bridge-E hanya 130 watt.
Tidak hanya dari konsumsi daya, performanya pun meningkat. Pasalnya, dengan
proses fabrikasi 22 nm, default clock pada prosesor Ivy Bridge-E pun menjadi
lebih tinggi.

Selain menyusutnya proses fabrikasi, dukungan memori pada prosesor Ivy Bridge-E
juga lebih tinggi. Meski sama-sama mendukung penggunaan memori quad-channel,
Ivy Bridge-E mampu mendukung penggunaan DDR3 hingga 1866 MHz. Sebelumnya, Sandy
Bridge-E hanya mendukung penggunaan DDR3 hingga 1600 MHz.

Bagi Anda yang menggunakan desktop PC untuk kebutuhan harian, menyusutnya proses
fabrikasi dan meningkatnya dukungan terhadap RAM DDR3 tidak terlalu berpengaruh.
Namun bagi para overclocker dan enthusiast user, kedua hal tersebut cukup
membantu untuk meningkatkan poin yang diperoleh pada saat menjalankan aplikasi
benchmark. Selain itu, kedua hal tersebut juga membuat potensi overclocking
meningkat sehingga Anda dapat menaikkan clock prosesor lebih tinggi lagi.

Untuk para overclocker dan enthusiast user, Ivy Bridge-E juga memiliki dukungan
terhadap slot PCI Express versi 3.0. Walaupun perbedaan antara slot PCI Express
versi 3.0 dengan 2.0 tidak jauh berbeda, bertambahnya bandwidth membuat para
overclocker lebih leluasa untuk melakukan overclocking.

Teknologi pada Ivy Bridge-E
Berbeda dengan masa transisi dari Ivy Bridge ke Haswell, transisi dari
arsitektur Sandy Bridge ke Ivy Bridge hanya terletak pada menyusutnya proses
fabrikasi saja. Hal ini dikarenakan Ivy Bridge termasuk dalam salah satu fase
"Tick" dari model Tick-Tock yang diterapkan Intel. Seperti prosesor Sandy
Bridge dan Ivy Bridge lainnya, teknologi yang terdapat pada Sandy Bridge-E dan
Ivy Bridge-E pun masih sama. Hampir semua teknologi yang diterapkan pada
prosesor Ivy Bridge-E merupakan warisan dari Sandy Bridge-E. Seperti Intel
Turbo Boost, Intel Hyper-Threading, Intel Smart Cache, Intel Virtualization
Technology (VT-x), Idle States, Intel SpeedStep Technology, dan Intel Smart
Response Technology.

Hasil pengujian kedua platform tersebut menunjukkan bahwa

Intel Core i7-4960X jauh lebih unggul dibandingkan dengan Intel Core i7-4770K.
 

KESIMPULAN :
Hasil pengujian kedua platform tersebut menunjukkan bahwa Intel Core i7-4960X
jauh lebih unggul dibandingkan dengan Intel Core i7-4770K. Berbekal 6 core
dan 12 thread, Intel Core i7-4960X mampu melakukan pekerjaan multitasking
dengan sangat baik. Pasalnya, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kompresi
file sebesar 1 GB pada WinRAR lebih singkat. Meski begitu, jika Anda menggunakan
aplikasi yang belum dapat memanfaatkan multitasking, kemampuan single-core yang
dimiliki Intel Core i7-4960X tidak jauh berbeda dengan Haswell. Hal ini terlihat
dari hasil pengujian pada software Cinebench R11.5 yang menitikberatkan pada
kinerja prosesor. Pada aplikasi benchmark yang menitikberatkan pada sisi grafis,
skor yang diperoleh Intel Core i7-4960X terbantu oleh VGA MSI GTX 560 Ti Hawk.
Sedangkan Haswell menggunakan on-die graphics, yaitu Intel HD Graphics 4600.

Sumber: CHIP.co.id

Loading...
Loading...